Minggu, 25 Maret 2012

INTELEGENSI


MAKALAH
INTELEGENSI
  

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Manusia adalah makhluk paling sempurna diantara makhluk – makhluk ciptaan Allah SWT di bumi ini. Diberinya daya cipta, rasa dan karsa yang memungkinkan manusia untuk berbuat lebih besar dari pada otak mereka yang kecil. Kekuatan berpikir itulah yang sering disebut – sebut dengan intelegensi. Manusia yang mempunyai intelegensi yang tinggi, tentulah mereka lebih unggul daripada manusia yang memiliki intelegesi yang rendah. Intelegensi merupakan kemampuan yang dibawa sejak lahir, bukan timbul secara tiba – tiba. Yang memungkinkan seseorang berbuat sesuatu dengan cara tertentu. Intelegensi juga dapat dipahami sebagai kemampuan yang bersifat umum untuk mengadakan penyesuaian terhadap suatu situasi atau masalah.

B.     Rumusan Masalah
1.   Apa definisi intelegensi?
2.   Apa saja ciri – ciri perbuatan intelegensi?
3.   Apa saja factor – factor yang mempengaruhi intelegensi?
4.   Apa saja macam – macam test intelegeni?

C.    Tujuan
1.   Menjelaskan definisi intelegensi
2.   Menjelaskan ciri-ciri perbuatan intelegensi
3.   Menjelaskan factor-faktor yang mempengaruhi intelegensi
4.   Menjelaskan macam – macam test intelegensi




BAB II
PEMBAHASAN

I.    Definisi intelegensi

Intelegensi berasal dari bahasa Inggris  “Intelligence”  yang juga berasal dari bahasa Latin yaitu “Intellectus dan Intelligentia”. Teori tentang intelegensi pertama kali dikemukakan oleh Spearman dan Wynn Jones Pol pada tahun 1951. Spearman dan Wynn mengemukakan adanya konsep lama mengenai suatu kekuatan (power) yang dapat melengkapi akal pikiran manusia tunggal pengetahuan sejati. Kekuatan tersebut dalam bahasa Yunani disebut dengan “Nous”,  sedangkan penggunaan kekuatannya disebut  “Noeseis”.
- Intelek : ( pikiran ),dengan intelek orang dapat menimbang,menguraikan,menghubung-hubungkan pengertian satu dengan yang lain dan menarik kesimpulan.
- Inteligensi : ( kecerdasan pikiran ), dengan inteligensi fungsi pikir dapat digunakan dengan cepat dan tepat untuk mengatasi suatu  situasi / untuk memecahkan suatu masalah.Jadi inteligensi adalah situasi kecerdasan pikir,sifat-sifat perbuatan cerdas ( intelegen ).
Pengertian lain dari intelegensi beberapa ilmuwan dan psikolog menjelaskan bahwa intelegensi adalah suatu kemampuan umum yang merupakan suatu kesatuan.
Sementara tokoh yang lainnya berpendapat, bahwa intelegensi bergantung pada banyaknya kemampuan yang saling terpisah.
Dari pengertian diatas, dapat kita ketahui bahwa :
a.    Intelegensi itu adalah factor total. Berbagai macam daya jiwa erat bersangkutan di dalamnya (ingatan,fantasi,perasaan,perhatian,minat dan sebagainya turut mempengaruhi intelegensi seseorang).
b.   Kita hanya dapat mengetahui intelgensi dari tingkah laku atau perbuatannya yang tampak.(melalui intelegensinnya)
c.    Bagi suatu perbuatan intelegensi bukan hanya kemammpuan yang dibawa sejak lahir saja yang penting adalah factor- factor lingkungan dan pendidikan memegang peranan.
d.   Bahwa manusia itu didalam kehidupannya senantiasa dapat menentukan tujuan-tujuan yang baru, dapat memikirkan dan menggunakan cara-cara untuk mewujudkan tujuan itu.

II. Ciri – ciri Perbuatan Intelegen

Suatu perbuatan dapat dianggap intelegensi bila memenuhi syarat, antara lain :
a.    Masalah yang dihadapi banyak sedikitnya merupakan masalah yang baru bagi yang bersangkutan. Misalnya : mengapa api jika ditutup sehelai karung akan padam? Ditanyakan pada seorang anka yang baru sekolah, dapat menjawab dengan betul, maka jawabannya itu intelegen. Tetapi, jika pertanyaan itu dijawab oleh anak yang baru mendapat pelajaran ilmu alam tentang api, halmitu tidak dapat dikatakan intelegen.
b.   Perbuatan intelegen sifatnya serasi tujuan dan ekonomis.
c.    Untuk mencapai tujuan yang hendak diselesaikannya, dicari nya jalan yang dapat menghemat waktu maupun tenaga.
d.   Masalah yang dihadapi harus mengandung suatu tingkat kesulitan bagi yang bersangkutan. Misal : adanya suatu masalah bagi orang dewasa mudah memecahkannya atau menjawabnya, hampir tiada berpikir dijawab bagi anak – anak, anak itu intelegen.
e.    Keterengan pemecahannya harus dapat diterima oleh masyarakat.
f.     Apa yang harus anda perbuat jika anda lapar? Kalau jawabannya saya harus mencuri makanan,tentu saja jawaban itu tidak intelegen.
g.   Dalam berbuat intelegen sering kali menggunakan daya mengabstrasikan pada waktu berpikir, tanggapan – tanggapan dan ingatan – ingatan yang tidak perlu, harus disingkirkan.
h.   Perbuatan intelegen bercirikan kecepatan. Proses pemecahannya relative cepat sesuai dengan masalah yang dihadapi.
III. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intelegensi

Seperti yang telah kita ketahui bahwa setiap individu memiliki tingkat intelegensi yang berbeda. Perbedaan intelegensi itu, dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
1. Pengaruh faktor bawaan
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa individu-individu yang berasal dari suatu keluarga, atau bersanak saudara, nilai dalam tes IQ mereka berkolerasi tinggi ( + 0,50 ) orang yang kembar ( + 0,90 ) yang tidak bersanak saudara ( + 0,20 ), anak yang diadopsi korelasi dengan orang tua angkatnya ( + 0,10 – +0,20 ).
2. Pengaruh faktor lingkungan
Perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Oleh karena itu ada hubungan antara pemberian makanan bergizi dengan intelegensi seseorang. Pemberian makanan bergizi ini merupakan salah satu pengaruh lingkungan yang amat penting selain guru, rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting, seperti pendidikan, latihan berbagai keterampilan, dan lain-lain (khususnya pada masa-masa peka).
3. Stabilitas intelegensi dan IQ
Intelegensi bukanlah IQ. Intelegensi merupakan suatu konsep umum tentang kemampuan individu, sedang IQ hanyalah hasil dari suatu tes intelegensi itu (yang notabene hanya mengukur sebagai kelompok dari intelegensi). Stabilitas intelegensi tergantung perkembangan organik otak.
4. Pengaruh faktor kematangan
Tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tiap organ (fisik maupun psikis) dapat dikatakan telah matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya (berkaitan erat dengaan umur).


5. Pengaruh faktor pembentukan
Pembentukan ialah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelegensi. Dapat kita bedakan pembentukan sengaja (seperti disekolah) dan pembentukan tidak sengaja (pengaruh alam sekitar).
6. Minat dan pembawaan yang khas
Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Dalam diri manusia terdapat dorongan-dorongan (motif-motif) yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar. Apa yang menarik minat seseorang mendorongnya untuk berbuat lebih giat dan lebih baik.
7. Kebebasan
Kebebasan berarti bahwa manusia itu dapat memilih metode-metode yang tertentu dalam memecahkan masalah-masalah. Manusia mempunyai kebebasan memilih metode, juga bebas dalam memilih masalah sesuai dengan kebutuhannya.
Semua faktor tersebut di atas bersangkutan satu sama lain. Untuk menentukan intelegensi atau tidaknya seseorang, kita tidak dapat hanya berpedoman kepada salah satu faktor tersebut, karena intelegensi adalah faktor total. Keseluruhan pribadi turut serta menentukan dalam perbuatan intelegensi seseorang.











VI. Macam-macam test Inteligensi


1)             Test Binet  - Simon
Ditemukan oleh seorang dokter Perancis : Alferd Binet dan pembantunya Theodore Simon. Cirri – ciri tes Binet-simon terdiri dari sekumpulan pertanyaan yang telah dikelompokkan menurut umur (untuk anak – anak 3-15). Tes Binet-simon memperhitungkan dua hal, yaitu Umur kronologis dan Umur mental.
2)             Test Tentara ( Army mental test ) ( Alfa dan Betha ) di Amerika
Tes army Alfa khusus untuk calon tentara yang pandai membaca. Sedangkan Army Betha untuk calon yang tidak pandai membaca.
3)      Mental test :
Jenis test ini tidak hanya menyelidiki kecerdasan saja, tetapi untuk menyelidiki keadaan jiwa dan kesanggupan jiwa.
4)             Scholastik  test
Test ini tidak hanya untuk menyelidiki kecerdasan anak, tetapi untuk menyelidiki sampai dimana kemampuan dan kemajuan anak atau kelas dalam mata pelajaran sekolah.













BAB III
PENUTUP


I.       Kesimpulan
Sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwa intelegensi adalah kemampuan umum mental individu yang tampak dalam caranya bertindak atau berbuat atau dalam memecahkan masalah atau dalam melaksanakan tugas. Atau dengan kata lain, intelegensi itu merupakan kemampuan untuk mental manusia untuk berbuat atau bertindak untuk memecahkan masalah dan melaksanakan tugasyang taraf kualitas kemampuannya diukur dengan kecepatan, ketepatan, dan keberhasilan dalam pelaksanaannya.

II.    Saran
Sebagai generasi muda bangsa yang akan melanjutkan perjuangan para pahlawan, pejuang, ulama’ dan pendahulu, kita harus tahu potensi intelegensi pada diri kita, sehingga kita dapat menyelesaikan semua masalah pribadi maupun bangsa, sehingga dapat membawa bangsa ini menjadi lebih bermartabat, aman, adil dan tentram.













DAFTAR PUSTAKA

·         Rahman Shaleh, Abdul. 2004. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Prespektif Islam. Jakarta: Kencana


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar